Selasa, 01 Maret 2016

Love your self, and achieve something :)

maaf-maaf beberapa hari ini, saya lagi seneng nonton ada-ada aja di global tivi (kalau malam habis nidurin bocah-bocah). ampuni saya yang kayanya seneng banget ngikutin gosip-gosip artis-artis :p tapi ternyata kalau dilihat, meski kadang terasa peres atau alay bin lebai, ada loh pelajaran yang bisa diambil, meski sedikit dari perkataan orang-orang yang jadi bintang tamunya.

meski kadang kita tahu apa yang pernah artis tersebut lakukan, misal melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat, somehow we can learn something from them. kita bisa belajar untuk memahami kondisi mereka, not so judgmental when we have somebody in our circle do the same things, because we also try to give our emphaty to them, try to think, if we are them. although we do not agree with their actions or thoughts. ini musti di bold banget nih.

dan hari ini, saya dapat sebuah pembelajaran dari seorang Marshanda. dia mengatakan bahwa ketika kita mencintai diri kita sendiri, maka kita akan punya banyak cinta yang bisa kita berikan untuk orang lain, even though we
don't say it. which is so TRUE. ketika kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri, trust me, you can achieve what ever you want in your life (dengan izin Allah tentunya). because we already done with our self.

dan ada satu hal yang JEGER banget dari pernyataan Marshanda, yang sekarang lagi jadi peer banget buat saya pribadi. we can be a very judmental person, it is because, we often hear our circle say those judmental statement to our self. kita jadi orang yang sangat sadis dalam menghamiki orang lain, karena orang-orang yang kita harapkan sayang sama kita, memperlakukan kita sebagai seorang yang harus dihakimi. kita tidak tumbuh dengan adanya cinta dari orang-orang yang kita harapkan mencintai kita, tapi kita tumbuh dengan kepahitan, tumbuh dengan penyesalan, tumbuh dengan rasa sakit dan penderitaan yang sudah mendarah daging di dalam diri, karena adanya proses justifikasi dan proses penghakiman pada diri kita. mereka tumbuh menjadi orang yang tidak mengerti bagaimana caranya menebarkan rasa positif dan rasa cinta atau rasa respek kepada orang lain. dan ini paling banyak terjadi di lingkungan anak pertama dibesarkan, di keluarga. ini peer banget buat saya pribadi. gimana caranya untuk selalu bisa menjadi orang yang gak busuk hatinya, tetap berpikir positif dan menjadi orang yang mencintai dirinya sendiri.

somehow, dulu saya sebel sekali dengan mata kuliah kesehatan mental. mungkin karena saya hanya merasa itu mata kuliah yang diisi oleh seorang dosen yang moody-an. tapi ternyata, menjadi sehat secara mental itu adalah bekal untuk seseorang achive something in their life. agar bisa menjadi orang sukses dan memberi manfaat untuk orang banyak. pada satu titik, percayalah, bahwa orang-orang sukses di luar sana, they already done with their self, that's why they can think and act for another people outside.

demikian celoteh malam saya kali ini. semoga bermanfaat :p

Sabtu, 24 Januari 2015

Yey.. I'm Coming Out

it's feel like a coming out process :)

alkisah, kakak ipar menawari saya untuk datang acara provider produk kecantikan dan kesehatan yang namanya sudah cukup familiat bagi saya selama beberapa waktu kebelakang. saya awalnya enggan. tapi karena saya sedang tidak ada acara dan anak-anakpun tidak sedang bersama saya, suami juga pergi, saya iyakan saja ajakannya. datanglah saya ke acara Fly In di akhir bulan Desember 2014. pada awalnya, saya merasa, waduh acara apa ini? kok orang pada jogat-joget gak jelas. saya itu paling malesssss sekali yang namanya disuruh jogat-joget. soalnya saya gak pinter. terakhir jogat-joget itu adalah waktu saya jadi peserta lomba senam SKJ waktu SD. kebayang kan betapa kaku dan tidak fleksibelnya badan saya? tapi saya nikmati sajalah.

nikmati saja. karena saya sangat suka mengobservasi. dan saya sangat suka bertemu orang-orang baru. meskipun di sisi lain, saya bukan tipikal "easy child". saya gak mudah lumer dalam waktu cepat dalam sebuah situasi baru. saya ini tipe diesel. dipanasinya agak lama. setelah acara hura-hura yang dikemudian hari baru saya sadari sebagai sebuah recognisi selesai, dimulailah materi-materi layaknya materi ketika kita mengikuti sebuah seminar motivasi. bedanya, seminar motivasi lebih banyak bicara pada tataran teori. teori bagaimana cara untuk jadi sukses dan the bla and the bla. dan saya bukan orang yang mudah untuk dirasuki oleh motivasi-motivasi eksternal macam jualan seminar motivasi yang biasa ada di pasaran. sorry to say. bahkan untuk sebuah hypnotherapi pun, kadang tidak bisa menembus alam bawah sadar saya. entah dinding pertahanan saya yang terlalu kuat, atau saya yang meremehkan orang yang mencoba menghipnosis saya.

whatever the words, tapi pada acara kali ini, saya yang sedang mengalami krisis merasa menemukan tempat yang pas untuk melakukan aktualisasi diri, mengupgrade diri, sekaligus melihat peluang dalam bentuk uang. krisis apa yang saya rasakan? saya merasa lack of leadeship. nonsense dengan semua pengalaman saya berorganisasi, karena ketika saya menjalani bisnis saya, ternyata saya tidak cukup pintar dan cerdas untuk memimpin orang lain. masih merasa bahwa semua harus dilakukan sendiri, sulit mendengarkan arahan orang lain, merasa bahwa tanpa sistem, semua tetap bisa jalan dan merasa nyaman dengan kondisi yang ada dan peer peer lain yang menyertai yang akhirnya mengantarkan saya pada suatu kondisi di mana usaha yang saya rintis berada pada kondisi stagnab bahkan cenderung menurun performanya. dan Alhamdulillah, ternyata alarm krisis saya masih berfungsi dengan baik, sehingga saya menjadi sadar, bahwa ada yang perlu diperbaiki dari dalam diri saya. sudah saatnya saya melakukan sesuatu. meski saya tidak tahu harus memulai dari mana. Terima kasih Allah, Engkau telah memberikan nalar yang masih dapat dipergunakan dengan baik hingga saat ini, sehingga saya masih bisa melakukan instrospeksi diri, bahwa saya masih memiliki peer yang selama ini saya tinggalkan, saya lari dari peer tersebut. menutup wajah dan berselimut di baik kondisi, "semua baik-baik saja".

Saya mendapatkan banyak insight dari acara yang berlangsung tidak sampai 6 jam tersebut. AHA moment jika mereka menyebutnya. betapa bahwa apa yang sudah saya pelajari, bahwa apa yang sudah lama saya resapi ketika kuliah, yang sudah berulang-ulang kali saya lafalkan dengan mulut saya, ternyata masih jauh dari pengaplikasian dari hidup saya. namun, saya menemukan bukti bahwa teori itu memang generalisasi dari suatu fakta. dan di acara tersebut, saya bertemu dengan banyak fakta. fakta bahwa orang sukses memang berkumpul dengan orang yang sukses. fakta bahwa dengan melakukan jurus ATM, kita bisa meniru kesuksesan orang lain, fakta bahwa self fullfilling properchies itu benar-benar ada, fakta bahwa filosofi "I THINK THEREFORE I AM" itu memang NYATA!! Saya sukses maka saya sukses. Saya kaya maka saya kaya. Saya seorang pemberani maka saya memang berani. kata-kata yang selama ini hanya menjadi lips service, ternyata harus dimaknai dan dihidupi bahwa itu benar-benar ada. tidak ada teori yang bisa berhasil dibuktikan, jika tidak dilakukan implemetasinya.

sepulang dari acara itu, saya merasa dan memiliki keyakinan kuat untuk bisa berada di dalam komunitas itu. saya utarakan niat tersebut pada suami saya. saya yang selama ini merasa bahwa sistem itu tidak penting, bahwa kita cukup untuk berada di sini, mulai terbangun dan tersadar, bahwa mimpi saya yang baru saya miliki setelah menikah, harus mulai diraih secepatnya, dengan cara mulai membangun sistem dan mempelajari sistem dari sebuah organisasi yang sudah ajeg dan memiliki komunitas yang memiliki berjuta-juta energi positif serta memiliki peluang yang besar untuk mengeruk keuntungan baik secara financial maupun sebagai tempat aktualisasi diri. suami yang mengenal bagaimana pribadi saya, ternyata memberikan respon positif atas keinginan saya tersebut. bahkan partner saya ini mulai memberikan arahan dan memberikan modal untuk saya memulai bergabung dengan komunitas ini. saya yang sangat sulit untuk diberikan arahan, tiba-tiba merasa perlu untuk belajar dan mendengar arahan orang lain. suami saya merasa bahwa jika itu adalah proses yang harus saya jalani, maka memang harus saya jalani. "kamu buktikan saja keyakinanmu, karena sejatinya kamu itu memiliki potensi untuk berkembang, dan sekarang tinggal kamunya aja. mau pakai potensinya atau tidak. semua balik ke mindset". YAP! semua kembali ke MIND SET. Alhamdulillah, ternyata semua lika-liku kehidupan yang saya hadapi menghantarkan saya pada orang-orang spesial yang memang tepat untuk mengisi segala kekurangan saya.

dan di akhir tulisan saya yang masih terasa random ini, izinkan saya untuk menyatakan secara gamblang, menyatakan dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan, bahwa Alhamdulillah, saya bertemu dengan banyak orang hebat yang bisa saya curi ilmu nya di NU SKIN. Alhamdulillah, saya tanpa ragu lagi menyatakan bahwa YES, saya merasa bahwa komunitas ini hebat, bahwa komunitas ini memacu saya untuk maju, bahwa komunitas ini bisa bermanfaat bagi banyak orang, bahwa dengan komunitas ini saya ingin mengungkit tidak hanya kemampuan financial saya tapi juga kapasitas dan kapabilitas saya, bahwa dengan komunitas ini, saya menemukan "rumah" saya yang lain, bahwa dengan komunitas ini, saya bisa memupuk banyak energi positif yang bisa saya bagikan pada banyak orang, bahwa dengan berada di komunitas ini, saya bisa memaksa diri saya untuk mengubah kebiasaan saya menjadi sebuah kebiasaan yang lebih produktif dan bermanfaat serta terstruktur, dan dengan berada di komunitas ini, saya bisa terus mendapatkan penguatan untuk terus selalu berpikir positif dan selalu menjadi orang yang menghidupi eksistensial saya di dunia ini. because I THINK THEREFORE I AM.

YES I CAN. YES WE CAN. Alhamdulillah, Thank you Allah Swt for make it happen in my life :)
behind the words, we already choose. choose to be a victim or to be a victor. to flight or to fight. and now, i choose to be a victor, and i'm gonna fight it. fight with my self.

karena sekarang, sudah saatnya keluar dari zona nyaman dan beralih menjadi orang yang lebih baik, terus berkembang dan bertumbuh :)


Rabu, 21 Januari 2015

Jangan tunggu keretanya pergi, tapi larilah..

Beberapa hari ini saya berusaha menyempatkan diri untuk berkeliling ke rumah rekan ataupun sekedar bertemu di tempat tertentu yang sudah disepakati sebelumya. Dalam perjalanan menuju tempat tersebut, Alhamdulillah karena saya tidak memiliki kemampuan untuk mengendarai motor ataupun mobil, maka pilihan moda trasnportasi saya jatuh pada kereta, bis trasnjakarta, ojeg ataupun angkot.

Karena kebetulan tempat yang saya kunjungi dapat diakses dengan kereta, maka moda trasnportasi yang saya gunakan adalah kereta. Aman, cepat, mudah dan murah. Tapi bukan berarti naik kereta tidak dengan perjuangan. Terlebih ketika waktu yang kita sepakti sudah dekat dan tidak ada alternative lain selain kereta. Pernah suatu kali, saya harus berlarian, atau bahkan memanjat tembok dengan posisi kereta berada di depan saya, demi naik ke dalam kereta itu karena saya harus mengejar waktu agar saya tidak telat datang ke pertemuan yang sudah saya sepakati waktunya. Tindakan yang cenderung tidak nyaman untuk kita lakukan. 

Kalau dipikir-pikir buat apa saya berlarian, kan cukup sms atau whatsapp atau telp orang yang bersangkutan, bilang saja kita telat. Buat apa saya harus manjat tembok, bak sedang berolahraga di gym, padahal kita bisa saja tunggu keretanya lewat dan kita naik kereta selanjutnya? 

Jawabannya, jika kita bisa berusaha lebih, jika kita bisa mengoptimalkan kemampuan diri kita, kenapa kita harus menunggu lama untuk mencapai tujuan kita?

Kalau akhirnya kereta yang seharusnya bisa kita naiki, akhirnya sudah berangkat dan kereta yang berikutnya baru tiba 1 jam kemudian? Apakah kita akan pasrah dengan keadaan? 

Silogisme yang sama bisa kita gunakan dalam berbagai aspek kehidupan kita. Apakah kita akan terus merasa bahwa kondisi Negara yang kacau balau lah yang menjadikan kondisi keuangan kita menjadi kacau juga? Pakah kita hanya bisa merutuki keadaan dengan melemparkan semua ketidakberuntungan kita kepada pihak di luar diri kita? 

Kenapa semua ini bisa terjadi? Apakah justru sebenarnya, keadaan kita saat ini adalah karena kita terlalu nyaman ada di tempat kita saat ini dan akhirnya kita terlambat mengambil kendali atas hidup kita sendiri? Mengeluh tidak akan pernah membawa kita beranjak ke mana pun, kecuali justru membuat kita jatuh ke dalam kerusakan hati yang akan sulit diobati. Kehidupan ekonomi kita tidak akan pernah menjadi baik, jika kita tidak berusaha sama sekali? Menyerahkan semua keadaan pada Tuhan saja? Bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika mereka pun tidak berusaha untuk mengubahnya?

Sekarang, jawabannya ada di dalam relung hati kita masing-masing. Ingin berada pada kereta dengan usaha yang jauh lebih keras disbanding orang lain, atau cukup menjadi penonton dan membiarkan keretanya pergi bersama dengan kesuksesan yang seharusnya sudah ada di depan mata.

Salam
Rina Puspitaningrum



Jumat, 26 Desember 2014

Memulai Awal Baru

setelah hampir 2 tahun saya tidak pernah lagi menulis di blog. sudah hampir 2 tahun ini juga saya akhirnya memuturskan untuk keluar sebagai PNS di Kementerian Perhubungan. dan sudah hampir 2 tahun ini pula, saya menjalankan bisnis dari rumah. saya memulai menjadi ibu rumah tangga sekaligus sebagai CEO di http://tokotenabang.com.

ada banyak hal yang ingin saya abadikan sebagai sebuah bukti perjuangan saya selama ini demi mmebangun bisnis yang bisa diwariskan dan membawa kebermanfaatan bagi orang banyak. tapi satu hal yang membekas bagi saya, adalah memang tidak ada sesuatu yang instan terutama dalam menuai kesuksesan dan mencapai kondisi bebas financial. semua membutuhkan perjuangan, dan semua membutuhkan berton-ton kerja keras. dan salah satu kerja yang akan saya mulai dari hari ini adalah mulai menulis.

semoga membawa berkah dan manfaat di kemudia hari. karena make your money from day one. :) have a great adventure Rina :)

Selasa, 19 Maret 2013

Selamat Datang Arina!

Sabtu, 9 Maret 2013 hari lahirnya Arina. saya dan suami bangun sebelum adzan subuh bergema. Ibu dan Bapak juga sudah ada di rumah sebelum subuh. umar juga sudah bangun dan rapi ketika kami hendak berangkat. sedih rasanya ketika harus meninggalkan Umar di rumah hanya dengan ART, dan melihat dia menangis karena kami tidak diizinkan untuk membawa Umar ke rumah sakit.

Pukul 05.30 kami sudah menjemput bidan yang selama masa kehamilan menjadi tempat saya berkonsultasi dan bertukar pendapat. Pukul 06.00 kami sudah sampai di rumah sakit yang dituju. Rumah Sakit Ibu dan Anak Tambak.

Pelayanan di RS ini terbilang cepat dan bagus. setelah saya masuk, dan suami menyelesaikan administrasi, saya langsung "digarap". Punggung tangan kiri dipasangi infus, yang harus melalui dua kali pencarian dan melihat darah mengucur cukup deras. hehe. Lengan sebelah kanan disuntik untuk melihat apakah saya memiliki alergi terhadap obat tertentu. disuntik kembali untuk melihat bagaimana kondisi darah saya pada saat itu. belum sampai pukul 07.00 persiapan untuk dilakukan tindakan operasi sudah selesai. saya diminta menunggu sampai tim dokter datang pada pukul 08.30.

Pukul 08.30 saya sudah digiring masuk ke dalam ruang operasi. setelah berpamitan kepada suami, ibu dan bapak, saya masuk ke dalam runag tunggu dan tidak mengenakan kursi roda. berjalan sendiri. sembari di tensi, dokter kandungan pun datang dan mengajak saya untuk berbincang sebentar. tepat pukul 09.00 saya dibawa ke dalam ruang operasi. dokter anastesi sudah menunggu di sana. tidak memakan banyak waktu, bius spinal pun dilakukan. sungguh prosedur yang cepat dan tidak bertele-tele. ini adalah operasi keempat yang saya lakukan dengan prosedur bius spinal, maka saya bisa melakukan perbandingan tersebut.

dan pada operasi keempat pula inilah, untuk pertama kalinya, saya diperkenankan untuk menggunakan kacamata selama proses operasi berlangsung, pada nakes mengatakan agar saya bisa melihat dengan jelas rupa anak saya ketika sudah diambil dari perut saya. senang sekali rasanya. dan lucu juga ketika saya diperkenankan untuk tidur selama operasi berlangsung jika saya mau. padahal saya berpikir baik itu persalinan normal ataupun secar sang ibu tidak diperkenankan tidur sampai dengan beberapa jam ke depan selama dan pasca proses persalinan berlangsung.

bius sudah menjalar sampai dengan ke kaki, kaki pun sudah menjadi kebas. hanya terasa sensasi yangsamar-samar menghilang, ketika perlahan tapi pasti, mereka melakukan sayatan-sayatan tertentu di tubuh saya. seketika rasa dingin menghampiri, bahkan sanggup membuat gigi saya saling beradu satu sama lain. seinggat saya, saya tidak pernah merasa seperti itu pada 3 operasi yang sudah pernah saya lewati. nafas menjadi terseok-seok. tensi menjadi naik. saya tanyakan kepada dokter, dia berkata itu hal yang wajar. sempat pula sang dokter anastesi menanyakan apakah saya memliki penyakit jantung. waduh.. makin membuat perasaan tidak tentu saja.

pukul 09.20 adek berhasil diangkat, dan saya pun langsung menyadari. Alhamdulillah, saya langsung teriak "Ayo adek nangis, nangis yang kuat". dan tak lama setelah dibersihkan, saya pun dapat merasakan yang namanya IMD. Inisiasi Menyusui Dini. alhamdulillah.. bayi perempuan yang cantik, putih seperti abinya, berat yang cukup, panjang yang cukup, nilai APGAR yang bagus, dan yang paling penting sehat dan tidak kurang suatu apapun. kejutan yang paling mengesankan adalah dia ternyata seorang perempuan. alhamdulillah untuk segalanya. Alhamdulillah karena saya adalah orang pertama yang memperdengarkan adzan di telinganya. karena ternyata ia langsung diberikan kepada saya sebelum diberikan kepada abinya. IMD berjalan selama 30 menit, dan diakhiri karena kondisi dedek yang semakin membiru dikarenakan dingin. lancar, dan adek sudah bisa menghisap dengan baik. tinggal dilanjutkan setelah saya rawat gabung bersama dedek.

Selama adek bersama dengan saya, saya merasakan perasaan yang hangat, bernafas dengan lebih leluasa, dan tidak menggigil seperti sebelumnya. namun hal tersebut tidak berlangsung lama. pasca IMD saya kembali merasakan sensasi yang sama seperti ketika adek tidak bersama saya. tapi itu tidan memakan waktu yang lama, karena pukul 10.30 proses operasi sudah selesai. saya dipindahkan ke dalam kamar observasi, dan diizinkan untuk tidur selama 2 jam. subhanallah. tenang dan lega sekali perasaan saya. istirahat yang cukup setelah semua penantian saya selama ini.

pukul 12.30 saya bangun, dan setelah proses ini itu selesai dilakukan oleh nakes yang menangani saya, saya pun dibawa ke dalam ruangan, dan menunggu bayi saya tersebut. pukul 15.00 dedek sudah bersama dengan kami. dan hari ini, adek sudah berumur 10 hari dan dalam kondisi sehat walafiat. demikian pula dengan saya.

akhirul kalam, saya ingin  mengucapkan selamat datang, kepada Qurota 'Ayun ummi yang kedua. adek nya Mas Umar, putri kecilnya abi. Selamat datang wahai Arina Syadidul Quwa. teruslah kuat dan cerdas dalam menjalani kehidupan yang akan kau jalani kelak. seberat apapun ujian dan cobaan yang Allah Swt berikan kepadamu.

love u always adek.



Senin, 11 Februari 2013

Dinamika rumah tangga

hola.. lagi puyeng nih, setelah mengalami ini dan itu selamam beberapa waktu belakangan.
usia kehamilan skrg udah berapa ya? pas hari ini 36 minggu sob. dan berapa usia Umar skrg? 1 tahun 10 bulan 7 hari. cakep kan? semakin rempong lah. 2 minggu gak ada asisten. Umar udah pindah tangan ke mana-mana selama saya kerja di rentang waktu itu. 3 kali hari Senin saya bolos. haha.. random banget kan nulisnya. pokoknya mau nulis aja deh. bodo amat.

sebenarnya kalo asisten ada di tempat terus selama selang waktu 2 minggu ini, saya bisa aja ikut diklat yang memang mau saya ikutin. maklum lagi kena sindrom pengen bener jadi widyaiswara. jadi pengen nambah wawasan sebisa mungkin. plus karena kerja di bagian kepegawaian, semakin memudahkan sebenarnya untuk ikut diklat-diklat gitu. termasuk beasiswa juga. kalo emang beneran niat.

tapi apa daya, Allah belum mengizinkan saya buat ikut diklat. yang ada, saya malah sempet ngedrop. tapi kembali ada hikmah di setiap kejadian. saya yang baru ngeh  klo semakin deket masa lahiran, harus paham kalo sy menderita anemi. dan sebagai orang yang punya riwayat tranfusi darah sampai 2 kantong pasca lahiran karena mengalami pendarahan yang tidak disadari, sy kudu jaga kondisi saat ini. Hb minimal 10,5 kalo gak mau pendarahan lagi. sedangkan Hb saya skrg cuma 9,9. itu juga udah treatmen minum penambah darah dan jus bit selama 1 minggu. tapi lumayan sih. efeknya agaknya saya lebih fit, bisa bangun lebih pagi dan tidur lebih larut dari jam tidur saya biasanya.. seandainya gak minum mungkin saya udah bedrest saat ini. krn pada saat yang bersamaan, anak dan suami juga sempet turun kondisinya. jadi bertigaan gak fit gitu. heee.. kebayang rempongnya.

ngmg-ngmg masalah jam tidur, saya yang selama 2 minggu ini ngerasa dirempongin sama masalah asisten, dan merasa keserap semua energi positif sama jadi sempit pikirannya, ngerasa rugi juga sempet ngerasa gitu. nyambung gak tuh sama masalah jam tidur? iyalah.. saya yang biasanya kebo, jadi lebih manfaat waktunya selama 2 minggu ini. soalnya waktu yang ada bener2 dimaksimalin, buat ngerjain ini dan itu, termasuk waktu di kantor. waktu tidur jadi sedikit juga, tp ngerasa berguna. emang harusnya makin tua waktu tidurnya makin dikit ya. soalnya kudu makin banyak yang dipikirin, gak mikirin hal-hal remeh seperti mikirin capek cuma karena gak ada asisten doang. harusnya bisa mikirin masa depan, mikirin dedek bayi, mikirin Mas Umar, mikirin mau dibawa ke mana kehidupan saya dan keluarga dalam waktu dekat dan seterusnya. mikirin gimana harusnya mencapai cita-cita yang ada, mikirin gimana caranya membenahi diri, mendidik anak dll yang lebih penting daripada sekedar marah-marah gak karuan dan mempersalahkan orang lain melulu, atau sekedar mencari kambing hitam biar rasa kesal tersalurkan.

alhamdulillah, masih dapat hikmah dari kejadian yang ada. alhamdulillah, masih dikasih kesehatan sama Allah. alhamdulillah masih ada eling nya meski sempet kaya orang tolol. alhamdulillah masih punya kesempatan buat bersyukur.

udah ah, mau lanjut window shoping, mumpung Umar bobo. yuk dadah buaibuai..

Senin, 14 Januari 2013

RENCANA TAHUN 2013 DI DALAM PEKERJAAN




Selagi masih agak santai, saya ingin menuliskan beberapa capaian yang mau saya capai pada tahun 2013 ini. Tahun lalu, saya tidak mendeskripsikan secara detail apa yang ingin saya capai tahun 2012. Saat ini denga melihat adanya peluang untuk maju dalam hal karier (jiahhh), karena saya melihat peluang untuk menjadi pejabat fungsional. Dalam hal ini menjadi widyaiswara, pengajarnya PNS. Cakep kan? Sebenarnya tidak istimewa, karena sejak awal saya mendaftar untuk jabatan fungsional widyaiswara di BPSDMP Kementerian Perhubungan, bukan sebagai analis kepegawaian di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Tapi Alhamdulillah juga saya ditempatkan disini. Karena info-info seputar diklat, beasiswa dan hal-hal terkait isu-isu kepegawaian terbaru dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Hehe

Gak usah berpanjang lebar deh, ini adalah rencana saya untuk menjadi widyaiswara yang unggul dalam tahun-tahun ke depan. Jika Allah Swt mengizinkan dan suami mengizinkan, maka saya mau berkarier sebagai widyaiswara dengan capaian tertinggi menjadi widyaiswara utama dengan pangkat dan golongan ruang Pembina Utama (IV/e) dalam kurun waktu 20 tahun. Selepas itu, saya berniat untuk mengundurkan diri sebagai PNS. 

Inilah bagan singkat yang ingin saya capai :
No
Golongan Ruang
Angka Kredit yang harus dicapai
Selisih angka kredit yang harus dicapai
Target
(dalam tahun)
1.
III/a
100
50
1
2.
III/b
150
50
1
3.
III/c
200
100
2
4.
III/d
300
100
2
5.
IV/a
400
150
2
6.
IV/b
550
150
2
7.
IV/c
700
150
2
8.
IV/d
850
200
3
9.
IV/e
1050



Demikian gambaran saya, sehingga dalam 15 tahun saya bisa mencapai target golongan ruang menjadi IV/e. Semoga Allah Swt memberikan jalan.
Selain itu, saya memiliki target diklat yang ingin saya ikuti selama tahun 2013, yaitu :
1. Diklat Analis Kepegawaian
2. Diklat Perencanaan Transportasi
3. Diklat Keselamatan Transportasi
4. Diklat Teknik Transportasi Perhubungan Laut (TTPL)
5. Diklat Teknik Analisis Kebutuhan Diklat (AKD)
6. Diklat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ)
Semoga saja bisa terwujud. Semoga suami mau memberikan izin. Biar angka kreditnya juga semakin banyak ya.. hehe..etapi, katanya kalo ikut diklat TTPL itu bayar loh, mihil juga dan diklatnya padat, hehe, tp semoga masih bisa dapet kesempatan deh.. wish me luck ya